7th Anniversary at Lombok & Bali, Part 2

Day 2

Hari ini kami berencana untuk ke ke gili trawangan. Supaya sampai di sana tidak terlalu siang maka kami berencana untuk berangkat dari hotel sebelum pukul 10.00. Sebelum sarapan kami janjian dengan pihak rental untuk menukar mobil dengan motor. Setelah menukar mobil, kami sarapan dulu. Seperti biasa sarapan di aston selalu memuaskan jadi tidak perlu diceritakan yaah. Setelah selesai sarapan ternyata masih pagi, jadi sy memutuskan untuk berenang dulu sebelum ke gili.

berenang
lumayan mumpung masih sepi =)
  • Pelabuhan Bangsal

Setelah selesai berenang dan mandi, kami menuju pelabuhan bangsal. Ternyata jarak dari mataram ke pelabuhan cukup jauh. Kami tempuh sekitar 1 jam dengan menggunakan motor. Selama di perjalanan pandangan kami dimanjakan dengan pemandangan pantai yang sangat indah. Jalanannya pun mulus jadi kami benar-benar menikmati perjalanan. Oiya aspal disini warnanya berkilauan jika terkena matahari, sy tidak sempet foto sih tapi aspal seperti itu belum pernah kami lihat sebelumnya.

day 2
salah satu pemandangan di pinggir jalan
day 2 2
aspal mulus sepanjang jalan

Sebenarnya ada beberapa pelabuhan yg dapat digunakan, namun kami memilih kesana karena biaya kapalnya lebih murah yaitu Rp. 15.000 per orang. Sampai di pelabuhan suasananya sudah cukup ramai. Disini air pantainya keruh dan sudah mulai ada sampah.

day 2 3

Setelah masuk lalu kami beli tiket. Yang unik disini tiketnya diberi warna yg berbeda-beda. Klo ga salah waktu itu tiket kami warna hijau. Ternyata disini sistem panggilan masuk ke kapalnya bukan berdasarkan tujuan tapi warna tiket. Jadi setelah kapal siap, dan jumlah penumpang (info jumlah penumpang diinformasikan oleh bagian kasir) mencukupi, kami segera dipanggil. Ada petugas yang menyampaikan “tiket warna hijau dipersilahkan naik ke kapal”. nah langsung deh kita naik. Hari itu cukup ramai, ada beberapa penumpang dari indonesia dan dari luar juga. Kebanyakan tamu dari luar menggunakan tas ransel yg besar-besar, sepertinya mereka mau menginap di gili. Untuk kapalnya sendiri cukup worth it untuk harga Rp 15.000.

day 2 4
suasana di kapal
  • Gili Trawangan

Setelah kurang lebih 20 menit, kami sampai di gili trawangan. Ternyata pulaunya kecil tapi sudah sangat padat karena banyak didirikan bangungan untuk tempat makan, penginapan dan pelatihan diving. Disini saya berasa sedang di luar negeri karena mayoritas yg ada disini wisatawan mancanegara. Kami berjalan-jalan sebentar sampai menemukan spot yg sedikit sepi untuk berenang (lagi). Di perjalanan ada tempat penangkaran penyu, ukurannya bervariasi dari yg kecil sampai ukuran sedang. Banyak anak-anak yg tertarik untuk melihat penyu itu apalagi kami datang pas penyu sedang diberi makan. Biaya masuknya seikhlasnya, ada kotak untuk memasukkan uang perawatan penyu tersebut.

penyu
penyu-penyu lucu
day 2 5
alhamdulillah sampai juga ke gili trawangan

Setelah puas melihat penyu, kami lanjut mencari spot untuk berenang. Akhirnya kami pilih spot dimana ada beberapa wisatawan yg sedang berenang jg. Ketika berenang kami merekam suasana dalam air menggunakan kamera, setelah dilihat ternyata banyak ikan yang berenang di sekitar kami. Padahal kami berenang masih di pinggiran pantai dan belum terlalu dalam. Setelah mendengan adzan dzuhur, suami mengajak sholat dan sebelumnya makan sate dl agar kami tidak masuk angin, hihi.. Kebetulan disini ada ibu-ibu yang berkeliling jualan sate bulayak, bumbu satenya khas sekali karena terasa santannya. Harganya cukup murah seporsi dengan lontong (disini di sebut bulayak), harganya Rp. 20.000

day 2 6
pengalaman tak terlupakan, makan sate di pinggir pantai

Selesai sholat kami menuju ke mesjid. Senang sekali karena disini kami menemukan mesjid yg cukup bagus, luas dan bersih. Di dekat mesjid tersedia tempat mandi jadi kita bisa sholat dalam keadaan bersih. Mesjid ini lokasinya tidak terlalu jauh dari pelabuhan, jadi kami sangat mudah menemukannya.

day 2 7
Mesjid yg bersih, luas dan menenangkan

Setelah sholat kami memutuskan untuk kembali ke mataram dan mencari makan di perjalanan sambil mencari oleh-oleh makanan khas lombok. Kami kembali ke pelabuhan dan memesan tiket ke pelabuhan bangsal, kali ini tiket kami berwarna biru muda.

  • Makan siang di Pantai Nipah

Setelah sampai di pelabuhan bangsal, kami melajutkan perjalanan menggunakan motor untuk kembali ke mataram. Suami sebenernya ingin mengajak sy makan di mataram namun karena sy sudah terlalu lapar (padahal baru makan sate -_-) akhirnya kami mampir untuk makan ikan bakar di pantai nipah. pantai nipah ini berada di kanan jalan. Ada beberapa tempat makan namun kami memilih yg tempatnya agak tinggi agar lebih puas melihat pemandangannya.

day 2 9
View dari tempat makan

Kali ini kami memesan 1 buah ikan laut (sy lupa namanya apa), dan plecing kangkung, menu ini harganya Rp. 100.000. Ibunya langsung membuatkan bumbunya di tempat, jadi masih fresh. Setelah makan, rasa ikan bakarnya pun cukup unik karena mirip dengan sate tadi sepertinya menggunakan santan/ kelapa juga. Plecing kangkungnya juga enak, jadi kangkung ini direbus lalu disiram dengan sambal khas lombok. Setelah diamati setiap makan sambal di lombok warnanya selalu merah muda/pink. Ternyata itu dikarenakan terasi disini berwarna merah muda.

day 2 8
enak, sambelnya aja habis smua..

Selesai makan kami lanjut pulang ke mataram. Di perjalanan kami melihat beberapa toko souvenir, kami mampir untuk mencari makanan khas lombok namun tidak ada. Ketika kami tanyakan ke petugasnya mereka pun bingung oleh-oleh makanan yg dapat dibawa apa=(, akhirnya kami memutuskan untuk beli makanan oleh-olehnya di bali saja.

  • Makan ayam goreng taliwang

Setelah sampai hotel, kami dan suami sama-sama lelah jadi beristirahat dulu dan mulai packing sedikit karena besok kami lanjut ke bali dengan penerbangan pukul 06:00 pagi. Kami menghubungi kembali pihak rental untuk mengambil mobil dan menjemput kami esok pukul 4 pagi karena perjalanan dari mataram ke bandara cukup jauh. Malamnya kami makan di tempat makan sekitar hotel. Kami coba makan ayam taliwang. Ternyata menunya sudah termasuk beberuk terong. Beberuk terong itu, terong bulat yang diiris tipis ditambah irisan bawang lalu disiram dengan sambal khas lombok dan minyak goreng panas. Sebelumnya sy belum pernah makan terong bulat, jadi ketika melihat menu itu tidak begitu tertarik. Namun ketika sambalnya habis, sy jd terpaksa mencoba sedikit beberuk terong dan ternyata rasanya uenaaaaaakk. Beberuk yg tadinya tidak tersentuh mulai sy makan sedikit-sedikit dan akhirnya sy habiskan. Sampai plg ke hotel sy masih membahas terong yg ternyata enak dan sampai hari ini pun sy masih terngiang-ngiang rasa beberuknya, hahaha.. lebay sih tapi emang sy bener2 jatuh cinta sama beberuk terong itu.

beberuk.jpg
ayam taliwang & beberuk yg tak terlupakan.

Selesai makan, kami lanjut istirahat karena rencananya besok kami akan ke Bali. Cerita di Bali bisa dilihat di post selanjutnya yaa. Terima kasih & smoga informasi yg disampaikan bisa bermanfaat & menginspirasi rencana liburannya =)

 

Tantangan 10 Hari_Komunikasi Produktif_Day 10

Alhamdulillah, setelah 9 hari mempraktekkan komunikasi produktif kami mulai terbiasa. Sebelum menyampaikan sesuatu biasanya sy sudah mulai mengonsep apa yg ingin disampaikan. Sebelumnya sy cenderung suka berbicara jd permintaan sederhana pun bisa disampaikan dlm kalimat panjang =(, minggu ini sy sudah mulai belajar untuk menyampaikannya dengan sederhana jg. Selain itu sy jd mulai mempertimbangkan waktu penyampaian. Sy menunggu suami sy sedang santai/ lenggang waktunya agar dpt berkonsentrasi dengan apa yg ingin kami diskusikan.

Hal-hal yg belum terbiasa dilakukan yaitu eye contact, hehe.. Seperti hari ini kami mendiskusikan sesuatu tp pandangan kami kemana-mana. Gpp, kami akan terus belajar sehingga komunikasi kami selanjutnya lebih produktif =)

7th Anniversary at Lombok & Bali, Part 1

Alhamdulillah tahun ini sy dan suami akan merayakan hari pernikahan yg ke-7. Supaya spesial kami berencana merayakan anniversary sambil traveling. Jadinya mulai dr tahun lalu kami mulai hunting tiket murah untuk Bulan Maret 2017, dan akhirnya dpt tiket dari lion air dengan harga lumayan (500 ribuan). Suami request sebelum pulang main ke bali dulu soalnya pgn nyoba rafting di tempat lain (dulu pernah coba di sungai ayung). Pas hunting tiket pulang qta baru ngeh klo ternyata penerbangan dari bali ke jakarta lebih murah drpd dari lombok, yauda jadinya qta 2 hari di lombok, 2 hari di bali aja.

Transportasi dari lombok ke bali ada beberapa pilihan, mulai dari jalur darat, laut dan udara. Mulanya kami mo coba jalur laut soalnya belum pernah. Setelah mempertimbangkan barang bawaan yg lumayan banyak (ada koper dan 2 tas), akhirnya kami memutuskan untuk naik pesawat saja. Hari itu kami dapat tiket garuda lombok – bali seharga 200ribuan. Harganya ga beda jauh dengan jalur laut tapi dengan waktu yang lebih cepat (30 menit). Makin mantap deh jadinya

Berikut ini adalah itinerary kami selama liburan tgl 11-15 maret 2017:

Day 1

Kami berangkat pake lion air jam 5 pagi (katanya klo penerbangan pertama jarang delay). Alhamdulillah perjalanan lancar dan kami sampai di bandara lombok pukul 08:55. Setelah sampai disana kami menghubungi Pa Surya (rental mobil) untuk bertemu di bandara. Oiya di lombok aga sulit mencari rental mobil yg lepas kunci, setelah menghubungi beberapa rental mobil, akhirnya qta mendapatkan contact Pa Surya. Setelah dapat mobil kami langsung sarapan di RM Cahaya. Rumah makan ini  lokasinya dekat dengan bandara, dan disini menjual makanan khas lombok, yaitu nasi balap puyung.

  • Nasi Balap Puyung RM Cahaya

Nasi balap puyung itu terdiri dari nasi putih, kering kentang, tumis kacang panjang, dan ayam suwir. Ayam suwir ini rasanya aga pedas dan terasa aroma kayu bakar. Buat sy yg suka pedas, ayam ini rasanya pas dan sy suka bgt. Kacang panjang ajanya sampe habis padahal biasanya sy ga doyan haha.. Oiya mengenai harga, nasi balap puyung + ayam kapung goreng harganya Rp. 16.000, sangat worth it!

rm cahaya
RM Cahaya
nasi balap puyung
Nasi Balap Puyung
  • Desa Sade

Selesai makan kami lanjut ke desa sade. Pas parkir, banyak bapak-bapak berikat kepala yg ramah dan menawarkan foto. Tdnya saya pikir mereka ini tkg parkir, ternyata mereka itu adalah guide2 yg akan menemani kita berkeliling desa sade. Saat masuk, ada buku tamu dan kotak amal untuk diisi seikhlasnya. Kemarin sy ditemani oleh bapak.. haduh lupa namanya siapa, sebut saja pa bambang. Bapak ini menceritakan mengenai sejarah desa sade dan suku sasak (yang menempati desa tersebut), sejarah masuknya islam, kehidupan warga desa dan mata pencaharian warga disana. Rata-rata mereka memproduksi kain tenun, tas, gelang, sarung dll. Harganya yang ditawarkan lumayan mahal namun mereka tidak keberatan untuk ditawar karena memang sudah tradisinya. Disana sy belajar menenun sebentar, lumayan susah juga, dan pake tenaga ternyata. Setelah diajari oleh Ibu penenun, sy beli sarung tenunnya seharga Rp. 80.000 (ini hasil nawar, sebelumnya Rp. 200.000). Oiya setiap kita diajak ke rumah warga untuk mempelajari sesuatu, nanti pemilik rumahnya akan menawarkan untuk membeli barangnya. Harganya barangnya bervariasi dari yg mahal ky kain tenun tadi sampe gelang yg harganya 10.000/ 3 pcs.

desa sade
Blajar menenun, susah & lama loh ternyata. Habis bikin ini ak jd berpikir 2 kali kalo mo nawar dari pengrajin tenun..
  • Tanjung Aan

Dari desa sade kami lanjut ke Tanjung Aan. Pantai ini letaknya paling ujung, jadi nanti pas pulang kita bisa sekalian mampir ke pantai-pantai yg dilewati. Tidak sulit mencari pantai ini menggunakan GPS. Jalanannya sepi, namun masih terlihat aktivitas penduduk. Di sepanjang ada beberapa rumah penduduk, sekolah dan pohon-pohon. Biaya masuk ke pantai ini Rp. 10.000 sudah termasuk biaya parkir dan tiket masuk. Ketika sampai, saya dan suami langsung happy karena pantainya luar biasa bagus, sepi, dan bersih sekali. Yang unik dari pantai ini salah satunya adalah pasirnya yang besar-besar seperti biji kemiri/ lada. Di pantai ini hanya ada sy, suami, 3 satpam dan beberapa bule yg sedang berjemur, jumlahnya tidak lebih dari 10 orang jadi benar-benar private =). Ombaknya tenang dan kelihatannya tidak begitu dalam. Sy mo berenang tp karena cuacanya panas bgt (kami sampai sekitar pukul 11), dan masih akan mampir ke beberapa pantai lagi jadi ga jadi deh. Disini kami hanya duduk2 sambil minum es kelapa muda di bawah pohon.

tanjung aan
masha allah indah bgt, sunyi, n bersih… love this place very much
  • Pantai Kuta Mandalika

Setelah dari tanjung aan, kami ke pantai selanjutnya yaitu pantai kuta mandalika. Berbeda dari tanjung aan, pantai ini sudah siap jadi destinasi wisata. Sudah ada signage “KUTA MANDALIKA” yg cukup besar di dekat pantai. Selain itu disini sudah tersedia beberapa tempat makan, dan pedagang souvenir. Di pantai ini cukup ramai, ada beberapa pengunjung jg, ketika ngobrol ternyata ada beberapa yg dari dari Bali.

Pantai ini ada ayunan yg bagus bgt buat spot foto, namun pas kami sampai ada beberapa anak sekolah yg sedang kumpul2 disana, jadi gagal foto deh, haha… Disini suami sy berbincang-bincang dengan Bapak-bapak, sedangkan sy menyepi sambil melihat pantai. Sayangnya disini kami tidak bisa santai dan menyendiri lama-lama karena kami diserbu oleh beberapa ibu-ibu dan anak-anak penjual souvenir. Souvenirnya mirip dengan yg di desa Sade namun disini lebih murah. Katanya di desa sade dikenakan pajak jadi harganya berbeda. Sayangnya di desa sade kami sudah membeli beberapa oleh-oleh jadi meskipun harga produknya murah saya ga begitu berminat membelinya =(.

Karena dipaksa terus-terusan akhirnya sy beli jg, hahaha.. Sebenernya produk yg dijual bagus2 tapi karena jualnya setengah memaksa (bkn memaksa sih tp lebih ke merajuk krn katanya blum laku2 dsb), sy jd aga merasa terganggu >_< tapi gpplah, habis belanja sy ajak ngobrol bentar dan foto buat kenang2an. Mudah2an ade2 semua lancar usaha & sekolahnya n jadi org yg sukses semuanya ya, aamiin. Buat yg berminat mampir kesini, bisa beli oleh-oleh disini aja krn harganya lebih murah & sekalian bisa membantu memajukan perekonomian masyarakat sekitar…. tsaahhh

kuta mandalika
bersama pengusaha2 muda =)

Ashtari Restorant n Lounge

Selesai dari pantai kuta mandalika kami mencari mesjid untuk sholat dzuhur. Alhamdulillah ga jauh dari pantai kami menemukan mesjid yg cukup terawat. Setelah diamati di lombok kami lebih menemukan mesjid dibandingkan di bali, jadi kami cukup tenang =). Selesai makan, suami mengajak sy makan siang. Katanya nama tempatnya rahasia dan pasti sy akan suka makan disana. Setelah sampai, restorannya ada di kiri jalan, namanya Asthari Restorant n Lounge, ketika masuk di gerbang masuknya ada jadwal yoga, ada pemilahan sampah organik dan an organik jg. Wuah belum masuk aj sy uda happy karena kynya pemiliknya memikirkan kesehatan dan lingkungan. Setelah masuk ke dalam gerbang, sy makin amaze.. sebelum masuk kami menaiki tangga dan disekelilingnya banyak bunga2, romantis bgt n instagramable bgt deh pokoknya. sy sempet foto2 jg disitu. Selain itu bangungannya tinggi dan berada di tebing jadi dari tempat makan qta bisa lihat pantai beserta bukit-bukitnya.

ashtari 1
laper bisa ditahan yg penting dokumentasi dulu =D
ashtari 2
View dari tempat duduk kami. Klo ga inget waktu, gamau pulang niyy

Suami pesan pink kare, sedangkan sy pesan kangkung (mentang2 di lombok dikit2 minta kangkung). makanannya enak, bersih dan porsinya besar banget. Harganya memang lumayan tapi sangat worth itu untuk makanan dan view yg didapat.. recomended bgt lah pokoknya..

ashtari 3
simple, elegan n enakk
  • Pantai Mawun

Selesai makan kami lanjut ke pantai mawun. Pantai ini cocok bgt buat tidur beneran atau tidur-tiduran sambil baca buku. Selain kami memang dalam kondisi kekenyangan jd aga ngantuk, tapi pantai ini emang menenangkan bgt.. ombaknya aga jauh, dan ada beberapa spot-spot di bawah pohon yg cocok bgt buat jd tempat meneduh & tidur. Disini ada beberapa penjual makanan tapi ga seagresif di tempat sebelumnya, mungkin karena disini ga begitu ramai juga ya. Akhirnya kami memilih salah satu spot untuk istirahat sambil tiduran. Di sebelah kami ada bebarapa bule yg sedang tidur dan membaca buku. Selain tanjung aan, pantai ini jg pantai favorit sy di lombok.

pantai mawun

  • Pantai Selong Balanak

Puas tidur-tiduran di pantai mawun kami lanjut ke pantai selong balanak. Perjalanannya menyenangkan karena jalannya bagus, meskipun berbelok-belo, naik dan turun. Ketika sampai, disini terasa sekali suasana daerah wisatanya. Beda dengan tempat sebelumnya, disini cukup banyak kendaraan yg parkir dan ada beberapa wisatawan yg membawa papan surfing. Pantainya bagus, namun disini cukup ramai, ada beberapa kapal, wisatawan yg sedang bermain dan surfing. Karena waktu sudah mendekati sholat ashar dan mulai mendung jadi kami tidak bisa lama-lama. Setelah puas mengambil foto, akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan lanjut ke hotel.

selong

  • Check In Hotel (Aston Inn Mataram)

Hotel ini lokasinya ada di pusat kota mataram, namun karena ada beberapa jalan yg one way jadi kami sempet muter2 untuk sampai ke lokasi. Alasan kami pilih hotel ini selain krn lokasinya di pusat kota, kualitasnya sudah terjamin, ada kolam renangnya dan harganya paling worth it!! Pas bgt kami dapat di lantai 5 yg selantai dengan kolam renang jd klo mo berenang ga usa jalan jauh-jauh.

aston
lokasi fave di hotel: kolam renang & tempat makan =D
  • Makan Malam di RM Ayam Sambal Hijau

Setelah mandi, sy mengajak suami untuk ke mall di samping hotel. Sy penasaran mall disini seperti apa, hehe.. karena jaraknya dekat jadi bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja. Salah satu kelebihan posisi hotel ini, di sebelah kiri dan kanan hotel ada banyak tempat makan, toko pakaian & oleh-oleh. Setelah lelah berjalan-jalan kami memutuskan untuk makan di ayam lombok ijo karena dari sebelum sampai hotel kami sudah penasaran dgn sambelnya. Ayam dan sambelnya enak bgt, sy sampai bungkus lagi untuk makan di hotel sebelum tidur.

lombok ijo
ayam lombok ijo

Selesai makan, kami lanjut istirahat karena rencananya besok kami mau ke senggigi. Cerita ke senggigi bisa dilihat di sini yaa Lombok Bali Part 2. Terima kasih & smoga informasi yg disampaikan bisa bermanfaat & menginspirasi rencana liburannya =)

Tantangan 10 Hari_Komunikasi Produktif_Day 9

Hari ini alhamdulillah berjalan lancar, as requested suami tidak membangunkan sy berkali-kali, saur pun dijalani dengan tenang. Sebenernya sy ingin membicarakan hal hal apa saja yg akan dilakukan di hari sabut & minggu ini, namun karena kami sama2 ngantuk sy tunda sampai setelah sholat shubuh saja. Ternyata suami pun sudah merencanakan kegiatan yg akan dikerjakan apa saja. Akhirnya kami menyesuaikan jadwal masing-masing agar kegiatan yg kami inginkan dapat dikerjakan semuanya dan tidak mengganggu aktivitas masing-masing.

Ternyata merencakan apa yg akan kita lakukan, merencanakan apa yg akan dibicarakan dan kapan membicarakannya dapat membuat komunikasi kami lebih produktif. Kami dapat menemukan solusi/ jalan tengah untuk masalah/ apapun yg dihadapi tanpa berdebat. what a great day =)

Tantangan 10 Hari_Komunikasi Produktif_Day 8

Dari saur tiba2 saya jd badmood. Sy jd malas bicara, bahkan ketika suami bertanya atau menawarkan bantuan. Sy menganggap perubahan mood ini karena dia membangunkan sy berkali-kali sampai sy terbangun dalam keadaan pusing dan kesal. Akhirnya selama perjalanan (yg biasanya kami gunakan untuk diskusi santai), sy hanya diam saja sambil membaca berita. Sy merasa harus menyampaikan uneg-uneg sy kali ini tp tidak dalam keadaan emosi. Sy mulai dengan merangkai apa yg ingin disampaikan dan menunggu hingga kami sampai di tempat kerja.

Akhirnya sy menyampaikan uneg-uneg yg sdh terpendam. Ternyata hasilnya belum sesuai harapan, huhu.. dia ikut jadi badmood jg karena menganggap yg dia lakukan itu demi kebaikan sy jg.. Hari ini kami akan sama-sama introspeksi diri, mudah2an hasilnya lebih baik.

Tantangan 10 Hari_Komunikasi Produktif_Day 7

Kali ini sy mo mempraktekkan “Intensity of Eye Contact” karena 80% komunikasi kami sepertinya tidak pernah ada eye contact. Kami biasanya ngobrol ketika makan bersama, berangkat & pulang kerja dan malam hari sebelum tidur. Kesempatan untuk eye contact hanya bisa ketika istirahat di rumah (sebelum tidur), karena ketika makan kami sama2 fokus lihat makanan, dan ketika berangkat kerja suami fokus nyetir. Sayangnya kesempatan untuk eye contact ini sering kami sia-siakan karena setelah makan dan mandi biasanya suami lanjut kerja/ sekedar baca2 di depan laptopnya, dan saya nonton tv atau sibuk dengan handphone.

Akhirnya td mlm sy coba perhatikan dl suami sedang membaca apa, oh ternyata bukan kerjaan. Suami memang hobi di bidang otomatif jadi sering baca2 mengenai motor atau mobil. Akhirnya sy dekati dan tanyakan sedang baca apa, lalu dia menjelaskan apa yg sedang dibacanya. Awalnya dia menjelaskan sambil melihat laptopnya, karena sy berada di samping dan terus menatapnya akhirnya dia melihat ke arah sy juga, hehehe.. finally. Setelah selesai bercerita mengenai artikel tadi, akhirnya dia menanyakan kegiatan sy tadi di kantor apa saja? cape atau tidak? dll sambil memperhatikan sy. Entah kenapa kali ini pertanyaannya seperti spesial, jawaban2 sy rasanya seperti didengarkan.

Kami sering bertukar kabar, memberikan perhatian namun pandangan kami kemana-mana. Ketika kami fokus pada lawan bicara, meskipun pertanyaannya sederhana tapi sangat terasa perhatiannya. Ya mungkin hari ini diskusinya terasa spesial karena kami mulai mencoba benar2 kontak mata dan dari hati ke hati.

Tantangan 10 Hari_Komunikasi Produktif_Day 6

Suami sy merupakan penggemar ayam goreng. Kebetulan selama ramadhan ini sy belum mengeluarkan menu ayam goreng. Nah kemarin sore kami belanja dan tidak lupa dia memasukkan sticky wing ke dalam keranjang belanja. Niatnya ayam itu akan dimarinate dan disimpan untuk saur nanti. Eh samai di rumah sy malah lupa untuk memarinate ayam. Bener deh pas saur, sy tidak sempat lagi bumbuin ayamnya.  Jd menu saurnya diganti dengan ikan yg kebetulan sudah dibumbui. Sy tau niy pasti suami nanyain ayam gorengnya ya tapi gimana uda keburu juga =(. Akhirnya ketika ikan goreng sudah matang dan aroma ikan goreng sudah menyebar ke ruangan, suami baru ngeh dan menanyakan ayam gorengnya >_< sy ngerti sih perasaannya uda dari kemarin sore ngebayangin akan makan ayam kesukaannya eh skrg ga ada. Yauda sy pake metode 7-38-55 aja, sy minta maaf sambil pasang muka merasa bersalah dan pegang tangannya. Akhirnya dia mengerti dan moodnya ga berubah. Aaah syukurlah.